Jelajahin Taman Buaya Asam Kumbang Kota Medan 2026

Kalau kamu lagi liburan ke Medan, rasanya belum afdol kalau cuma pamer foto makan durian atau mampir ke Istana Maimun saja. Buat kamu yang ingin pengalaman yang bikin jantung sedikit berdegup kencang tapi tetap edukatif, cobalah melipir ke sudut Kecamatan Medan Selayang.
wisata taman buaya asam kumbang di medan 2026
taman buaya asam kumbang
Di sana ada sebuah destinasi legendaris yang memegang predikat keren sebagai penangkaran reptil terbesar di Indonesia: Taman Buaya Asam Kumbang kota medan.

Tempat ini sudah berdiri hampir tujuh dekade, lho! Tapi jangan bayangkan kolam penampungan yang kusam. Memasuki tahun 2026, taman ini tampil dengan wajah baru yang lebih rapi tanpa menghilangkan kesan klasiknya. Yuk, intip ulasan lengkapnya!

Sejarah Singkat: Berawal dari Hobinya Sang Kolektor

Tahu tidak? Taman Buaya Asam Kumbang ini ternyata sudah ada dari tahun 1959. Pendirinya adalah almarhum Lo Than Muk, seorang pecinta satwa sejati. Awalnya, beliau cuma iseng memelihara 12 ekor anak buaya muara yang dibeli dari warga sekitar.

Siapa sangka, hobi "ekstrem" ini bisa bikin buaya-buaya  nya betah dan berkembang biak dengan sangat subur di lahan seluas dua hektare miliknya. Karena jumlahnya makin banyak, tahun 1970 an Pemerintah menyarankan agar tempat ini dibuka untuk umum. Kerennya, dari belasan ekor saja, sekarang diperkirakan ada sekitar 2.500 sampai 2.800 ekor buaya yang menghuni tempat ini. Mantap ya!

Apa Saja yang Seru di Sini?

Biar kelen nggak bingung pas sampai di sana, ini dia kumpulan aktivitas wajibnya:

1. Ketemu "Sesepuh" Buaya yang Sudah Lansia

Di sini koleksi utamanya adalah Buaya Muara (Crocodylus porosus). kalian bisa nengok siklus hidup mereka dari yang masih bayi (lucu-lucu tapi gigit!) sampai yang sudah remaja di bak-bak semen khusus.

Tapi bintang utamanya ada di kolam besar. Di sana, kamu bakal dibuat takjub (dan mungkin sedikit merinding) melihat buaya raksasa sepanjang 5-6 meter. Beberapa di antaranya bahkan sudah berusia 60 tahun lebih! Jangan lupa kalian cari si "buaya buntung" seekor buaya tanpa ekor yang sudah jadi ikon unik di sini selama puluhan tahun.

2. Tantangan Memberi Makan Buaya

Ini dia momen paling ditunggu-tunggu! kalian nggak cuma berdiri melihat buaya diam seperti patung. Kamu bisa beli bebek atau ayam hidup yang disediakan pengelola (harganya sekitar Rp25.000-Rp35.000).
sejarah taman buaya asam kumbang kota medan
sejarah penangkaran buaya asam kumbang
Begitu umpan dilempar ke telaga, permukaan air yang tadinya tenang bakal langsung bergolak. Melihat predator purba ini melompat dan saling rebutan makanan itu serunya nggak main-main!

3. Edukasi dan Foto Bareng "Si Kecil"

Buat yang bawa anak kecil, ini kesempatan bagus buat mengenalkan reptil secara nyata. kalian juga bisa berfoto bareng anak buaya, lho. Tenang saja, mulutnya sudah diikat aman dan selalu dalam pengawasan pawang profesional. Jadi, aman buat kenang-kenangan di sosmed

Fasilitas Baru di Tahun 2026: Makin Nyaman!

Buat kalian yang mungkin sudah lama nggak mampir, pasti bakal kaget dengan perubahannya sekarang:
Pagar Keamanan Lebih Kokoh: Pihak pengelola sudah memperbarui teralis besi dan pagar tembok di sekeliling telaga. Jadi, kamu bisa menonton dengan perasaan yang jauh lebih tenang.

Jalur Pejalan Kaki yang Rapi: Jalan setapak antar kandang sekarang sudah bagus dan ramah untuk anak-anak maupun lansia.

Food Court & Kafe: Habis keliling dua hektare pasti haus, kan? Sekarang ada area makan yang nyaman di dalam. Kamu bisa pesan Lontong Malam atau Mie Balap khas Medan sambil menikmati suasana hijau.

Toko Suvenir: Sebelum pulang, mampirlah ke toko suvenirnya. Ada kaos desain keren dan kerajinan tangan lokal yang unik-unik.

Tips Biar Kunjunganmu Makin Asyik

Datang Sore Hari: Sekitar jam 16.00 adalah waktu terbaik. Udara Medan nggak terlalu panas dan biasanya ini waktu buaya dikasih makan sore.

Jangan Usil! Tolong banget, jangan lempar batu atau sampah ke kolam cuma biar buayanya gerak. Sayangi satwa kita dengan menjaga kebersihan rumah mereka.

Baju Nyaman: Karena tempatnya outdoor dan luas, pakai kaos yang nyerap keringat dan jangan lupa bawa air minum biar nggak dehidrasi.

Info Harga Tiket Masuk & Jam Buka (Estimasi 2026)

Asyiknya, main ke sini nggak bakal bikin kantong jebol. Sangat cocok buat kamu yang lagi backpacker-an atau bawa keluarga besar.
  • Tiket Masuk: Rp22.000/orang
  • Parkir Motor: Rp3.000
  • Parkir Mobil: Rp5.000
  • Umpan (Ayam/Bebek): Rp25.000-Rp35.000
Jam Operasional: Buka setiap hari, jam 08.00 sampai 18.00 WIB.

Mengapa Harus Berkunjung Sekarang?

Taman Buaya Asam Kumbang bukan sekadar tempat melihat hewan buas. Ini adalah simbol ketekunan seorang kolektor yang berubah menjadi warisan kebanggaan kota. Di tahun 2026, tempat ini berhasil menyeimbangkan antara aspek konservasi tradisional dengan tuntutan wisata modern yang nyaman.

Kamu akan merasakan sensasi "kembali ke masa lalu" saat melihat pohon-pohon rindang yang sudah ada sejak tahun 60-an, namun tetap merasa dimanjakan dengan fasilitas kekinian. Bagi peneliti, mahasiswa, hingga fotografer wildlife, tempat ini adalah laboratorium hidup yang sangat berharga.

Cara Menuju ke Sini: Gampang Kok!

Buat kalian yang baru pertama kali ke Medan, mungkin agak bingung membayangkan lokasi Taman Buaya Asam Kumbang ini. Tenang, lokasinya nggak di pelosok banget kok, masih sangat terjangkau dari pusat kota. Alamat lengkapnya ada di Jalan Bunga Raya No. 59, Kelurahan Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang.

Kalau kalian berangkat dari pusat kota (sekitaran Lapangan Merdeka atau Stasiun Kereta Api), jaraknya kurang lebih 10 kilometer. Kalau jalanan lagi "bersahabat" alias nggak macet, kamu cuma butuh waktu sekitar 30 sampai 45 menit berkendara.

Ini beberapa pilihan transportasinya:

Naik Kendaraan Pribadi atau Sewaan: Ini cara yang paling nyaman. Kamu tinggal arahkan Google Maps ke "Taman Buaya Asam Kumbang". Jalurnya bakal melewati daerah Setia Budi yang ramai dengan tempat nongkrong mahasiswa. Begitu sampai di pertigaan lampu merah Asam Kumbang, kamu tinggal belok dan ikuti papan penunjuk jalan yang sudah banyak terpasang.

Ojek Online (Grab/Gojek): Ini solusi paling praktis buat kamu yang nggak mau pusing cari parkir. Driver di Medan sudah sangat hafal dengan lokasi ini. Harganya pun cukup terjangkau, biasanya nggak sampai Rp40.000 kalau dari tengah kota.

Angkutan Umum (Angkot): Buat kalian yakan yang pengen kali rasakan vibes lokal Medan yang sesungguhnya, kamu bisa naik angkot. Cari angkot yang trayeknya menuju Pinang Baris atau yang melewati daerah Flamboyan/Setia Budi. Tapi jujur saja, naik angkot mungkin butuh waktu lebih lama karena harus oper atau menunggu penumpang lain penuh.

Saran saya, kalau kamu pergi rombongan sama keluarga atau kawan-kawan, mending pakai mobil sewaan atau taksi online saja supaya lebih adem dan nggak ribet oper-oper kendaraan di tengah cuaca Medan yang lumayan terik.

Penutup: Destinasi yang Tak Lekang oleh Waktu

Menjelajahi Taman Buaya Asam Kumbang Medan di tahun 2026 adalah sebuah perjalanan emosional yang memadukan rasa ngeri, kagum, dan hormat pada alam. Ribuan pasang mata predator yang mengintai dari balik permukaan air kolam seolah mengingatkan kita betapa hebatnya ciptaan Tuhan yang telah bertahan sejak zaman prasejarah ini.

Jadi, pastikan kamu menyiapkan kamera dengan memori yang lega, nyali yang kuat, dan rasa ingin tahu yang besar saat melangkahkan kaki memasuki gerbang legendaris di Jalan Bunga Raya ini. oh iya mumpung kelen masih di kota medan ya kan, cobalah kelen singgah lagi ke wisata goa putri deli gak jauh kalinya tempatnya. jan lupa kelen posting di sosmed kelen tandai FB @jelajahinlabura dan YT @jelajahin labura
JELAJAHIN LABURA
JELAJAHIN LABURA Eksplorasi wisata Labura Dan Nusantara serta edukasi digital praktis lewat Blogger, YouTube, Dan FB Pro untuk membangun aset konten yang produktif.

Posting Komentar untuk "Jelajahin Taman Buaya Asam Kumbang Kota Medan 2026"